Fortnite: Raksasa Free-to-Play yang Mendominasi
Dalam dunia game yang terus berkembang, tantangan terbesar bagi game baru adalah bersaing dengan raksasa free-to-play milik Epic Games, Fortnite. Menurut Mat Piscatella, direktur eksekutif Circana dan analis industri game, Fortnite menjadi hambatan utama bagi game-game baru yang ingin menembus pasar.
Dalam sebuah wawancara dengan Greg Miller di Kinda Funny Games, Piscatella memaparkan data mengejutkan mengenai perilaku audiens game di Amerika Serikat. Ia mengungkapkan bahwa 30% pemain tidak berencana membeli game baru tahun ini.
Dari mereka yang membeli, hanya 12% yang melakukan pembelian setiap bulan. Sebagian besar pemain hanya membeli satu atau dua game, yang berarti game free-to-play seperti Fortnite harus bersaing ketat dengan setiap rilis baru untuk mendapatkan perhatian.
“Kompetitor terbesar bagi setiap game baru adalah Fortnite. Saya akan tetap berpegang pada hal itu, apa pun keadaannya, karena Anda harus mengalahkan Fortnite sebelum game Anda bisa terlihat dan dibeli, dan itulah tantangan terbesar saat ini,” jelas Piscatella.
Ia menambahkan bahwa di pasar saat ini, mendapatkan satu jam waktu bermain untuk game Anda berarti harus mencuri waktu dari game lain.
Sejak diluncurkan pada 2017 sebagai game survival, mode Battle Royale Fortnite dengan cepat meledak dalam popularitas. Game ini berhasil menarik jutaan pemain dan menghasilkan miliaran dolar pendapatan, mengukuhkan posisi Epic Games sebagai pengembang layanan live yang dominan.
Fortnite kini menjadi salah satu game yang paling banyak dimainkan di semua platform, secara rutin bersaing dengan Call of Duty HQ — launcher Activision untuk semua game Call of Duty terbaru — untuk meraih posisi teratas di konsol Xbox dan PlayStation, menurut laporan Piscatella melalui data Circana.
Dominasi Fortnite di pasar game menunjukkan betapa sulitnya bagi game baru untuk menembus dan mendapatkan perhatian pemain. Dengan strategi pemasaran yang kuat dan basis pemain yang besar, Fortnite terus menjadi tantangan utama bagi pengembang game baru. Bagi mereka yang ingin sukses, mengalahkan Fortnite bukan hanya soal menciptakan game yang bagus, tetapi juga tentang memahami dan mengatasi dinamika pasar yang kompleks.