in

Kekurangan Hero Iron Man di Marvel Rivals yang Harus Kamu Ketahui

Iron Man, alias Tony Stark, adalah salah satu hero paling ikonik di dunia Marvel. Di Marvel Rivals, ia menjadi pilihan banyak pemain karena kekuatan luar biasa yang dimilikinya. Namun, seperti halnya semua hero dalam game ini, Iron Man juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Meskipun ia sangat kuat dalam berbagai aspek, memahami kekurangan Iron Man dapat membantu pemain membuat keputusan yang lebih baik dalam menyusun tim dan strategi.

Berikut adalah kekurangan Iron Man yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan untuk menggunakan hero ini dalam pertandingan.

1. Keterbatasan dalam Serangan Jarak Dekat

Meskipun Iron Man sangat efektif dalam serangan jarak jauh, ia memiliki keterbatasan dalam serangan jarak dekat. Sebagai seorang hero yang mengandalkan teknologi armor dan senjata canggih, Iron Man tidak memiliki kemampuan bertarung tangan kosong yang kuat atau serangan dekat yang dapat menghasilkan damage besar. Ini membuatnya rentan ketika berada dalam pertempuran jarak dekat melawan hero yang lebih tangguh dalam bertarung secara fisik.

Pada level permainan yang lebih tinggi, seperti rank Master atau PvP mode, di mana pemain cenderung menggunakan hero dengan kemampuan melee kuat, kekurangan dalam serangan jarak dekat ini bisa menjadi titik lemah yang dimanfaatkan oleh lawan.

2. Ketergantungan pada Armor dan Energi

Iron Man sangat bergantung pada armor dan energi untuk menjalankan kemampuan-kemampuan utamanya. Meski armor memberikan perlindungan tambahan, ketergantungan pada energi membuat Iron Man lebih rentan ketika energi habis. Jika pemain tidak bisa mengelola penggunaan energi dengan baik, Iron Man bisa kehilangan sebagian besar kekuatannya, terutama dalam fase pertarungan panjang atau ketika harus bertahan dalam pertempuran berkelanjutan.

Pada saat energi habis, Iron Man tidak dapat menggunakan banyak kemampuan pentingnya, seperti Repulsor Blast atau Unibeam, yang dapat mengurangi potensi serangan dan membuatnya lebih mudah dikalahkan.

3. Keterbatasan dalam Kemampuan Penyembuhan

Iron Man bukan hero dengan kemampuan penyembuhan atau regenerasi yang efektif. Dalam game yang semakin kompetitif, kemampuan untuk pulih dari damage adalah kunci untuk bertahan hidup lebih lama dalam pertarungan. Meskipun armor Iron Man memberikan perlindungan yang baik, ia tidak memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri selama pertandingan.

Dalam mode permainan yang membutuhkan daya tahan tinggi, seperti PvP atau Raid, ini bisa menjadi masalah besar. Tanpa kemampuan penyembuhan yang efektif, Iron Man mungkin perlu lebih sering bergantung pada healer lain dalam tim, yang membuatnya lebih rentan saat tim tidak memiliki hero penyembuh yang kuat.

4. Ultimate Ability Memerlukan Waktu Charge yang Lama

Ultimate Ability Iron Man, yaitu “Mark II – Final Assault”, memang sangat kuat dan dapat memberikan damage besar. Namun, salah satu kekurangan utama dari kemampuan ini adalah waktu charge yang lama. Dalam pertempuran yang intens, menunggu Ultimate Ability terisi penuh bisa menjadi kerugian besar karena pemain harus menunggu lebih lama untuk dapat menggunakannya.

Waktu charge yang lama ini bisa dimanfaatkan oleh lawan untuk menyerang Iron Man atau bahkan menghabisi karakter lain dalam tim sebelum Iron Man sempat menggunakan Final Assault. Ini bisa membuat pemain kesulitan dalam mengatur timing yang tepat dan merencanakan serangan yang efektif.

5. Kekurangan dalam Melawan Hero Tank dan Defender

Iron Man mungkin bisa bertahan dalam banyak situasi, tetapi ia cenderung kesulitan ketika melawan hero dengan pertahanan tinggi atau hero tank yang memiliki kemampuan untuk menyerap damage besar. Meskipun serangannya kuat dari jarak jauh, Iron Man tidak memiliki kemampuan penetrasi yang cukup untuk mengatasi pertahanan hero tank secara cepat.

Hero tank seperti Hulk atau Thor yang memiliki daya tahan tinggi dapat menghalangi Iron Man untuk memberikan damage efektif dalam waktu singkat. Selain itu, hero dengan kemampuan bertahan atau defender yang dapat mengurangi damage dari serangan jarak jauh juga menjadi ancaman besar bagi Iron Man.

6. Kerentanannya Terhadap Serangan Area

Sebagai hero yang mengandalkan serangan jarak jauh, Iron Man juga sangat rentan terhadap serangan area (AOE). Musuh yang dapat mengeluarkan serangan area yang besar, seperti Thor atau Scarlet Witch, dapat dengan mudah mengganggu posisinya dan membuatnya sulit untuk menghindari damage.

Karena Iron Man tidak memiliki kemampuan untuk bergerak secara cepat dalam menghadapi serangan area besar, ia bisa menjadi sasaran empuk bagi hero-hero yang mengandalkan damage AOE untuk menghancurkan beberapa hero sekaligus.

7. Keterbatasan di Awal Pertandingan

Iron Man bisa sangat kuat di fase akhir pertandingan ketika kemampuannya sudah terisi penuh dan Ultimate Ability sudah siap digunakan. Namun, di awal pertandingan, ia mungkin tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk bersaing dengan hero lain yang lebih agresif atau tanky. Low burst damage di awal bisa membuatnya kesulitan untuk mengeliminasi musuh dalam tempo cepat.

Di fase awal pertandingan, pemain yang memilih Iron Man perlu bekerja lebih keras untuk membangun momentum dan memanfaatkan keuntungan dari jarak serangannya. Jika tidak, lawan bisa dengan mudah mengambil kendali.

Kesimpulan

Meskipun Iron Man adalah hero yang sangat kuat dengan kemampuan serangan jarak jauh, fleksibilitas, dan daya tahan tinggi, ia juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan. Keterbatasan dalam serangan jarak dekat, ketergantungan pada energi, serta kerentanannya terhadap serangan area dan hero tank bisa menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja Iron Man di medan pertempuran. Pemain yang ingin menggunakan Iron Man harus mengatasi kelemahan-kelemahan ini dengan strategi yang tepat, termasuk memilih tim yang bisa menutupi kekurangan tersebut.

Jika kamu mengerti cara mengelola kekurangan Iron Man dengan cerdas, hero ini tetap bisa menjadi pilihan yang sangat efektif dalam Marvel Rivals.